Sat. May 28th, 2022


JAKARTA, KOMPAS.com – Tiga sekretaris pribadi mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengaku mendapat Rp 5 juta dari Andreau Misanta Pribadi.

Andreu merupakan staf khusus Edhy. Sementara, tiga sekretaris pribadi yang mengaku mendapat uang, yakni Anggia Tesalonika Kloer, Putri Elok Sukarni dan Fidya Yusri.

Informasi itu disampaikan ketiganya saat hadir sebagai saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi benih lobster (BBL).

“Pernah sekitar Agustus 2020 saya ke ruang Bang Andreau dan diberikan uang, awalnya saya menolak tapi kata bang Andreau ‘sudah ambil saja ini buat adik-adik’, lalu saya disuruh panggil Anggia ke ruangan lalu saya pun panggil Anggia,” ungkap Putri di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (18/5/2021) dikutip dari Antara.

Baca juga: Cerita Istri Edhy Prabowo soal Belanja Barang Mewah di Amerika

Senada dengan kesaksian Putri, Anggia juga mengaku mendapatkan uang Rp 5 juta dari Andreau.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan wawasan di surel kamu.
Daftarkan surel

“Saya datang karena katanya Mbak Elok (Putri) dipanggil Bang Andreau, lalu saya diberikan Rp 5 juta,” tuturnya dalam persidangan.

Sementara itu, Fidya mengaku menolak memberi dari Andreau karena tidak tahu asal usul uang tersebut.

Namun, uang tersebut kemudian dititipkan Andreau melalui Anggia.

“Setelah Mbak Elok lalu Anggia dipanggil dan Anggia kasih titipan dari Bang Andreau, nilainya sama Rp 5 juta, lalu saya ucapkan terima kasih pada Bang Andreau,” kata Fidya.

Baca juga: Edhy Prabowo Lebaran di Rutan KPK Bersama Keluarga, Istri Sebut Suaminya Sehat dan Mohon Doa

The ketiganya to be read to enam terdakwa dugaan korupsi BBL yakni Edhy Prabowo, Andreau Misanta Pribadi, Safri, Amiril Mukminin, Ainul Faqih dan Pemilik PT Aero Cipta Kargo (ACK) Siswandhi Pranoto Loe.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara ini mendakwa Edhy Prabowo menerima uang Rp 25,7 miliar.

Uang tersebut diterima oleh pemilik PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP) Suharjito dan lainnya. Pemberian suap melalui dua staf khusus Edhy, yaitu Andreau Misanta Pribadi dan Safri.

Pemberian itu diduga agar Edhy mempercepat proses persetujuan izin budidaya lobster dan izin ekspor benih lobster pada perusahaan milik Suharjito dan lainnya.

Edhy Prabowo didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) RI 31 Tahun 1998 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 65 Ayat 1 KUHP.

Bonus terbaru Pengeluaran SGP 2020 – 2021. Hadiah terbaik yang lain dapat diamati dengan terjadwal melewati notifikasi yang kami sampaikan dalam web itu, lalu juga siap ditanyakan terhadap operator LiveChat pendukung kita yg menunggu 24 jam On the internet buat melayani segala kepentingan para tamu. Lanjut langsung join, dan kenakan cashback Buntut serta Live Casino On the internet tergede yang nyata di situs kami.