Fri. May 27th, 2022


JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan staf khusus Edhy Prabowo, Safri, mengungkapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendapat bagian Rp 1.500 per ekor benih lobster yang diekspor.

Hal itu Proposal Safri dikonfirmasi oleh jaksa saat menjadi saksi untuk terdakwa Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP) Suharjito dalam kasus dugaan korupsi benih lobster.

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Safri mengungkap KKP mendapat Rp 1.500 dan PT ACK mendapat Rp 300 dari biaya ekspor Rp 1.800 per ekor.

Baca juga: Edhy Prabowo Diduga Salah Gunakan Kunjungan Online Tahanan KPK

“Keterangan ini benar?” tanya jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Siswhandono, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (24/2/2021), dikutip dari Antara.

“Saya tidak ingat, tapi kalau keterangan BAP saya tetap,” jawab Safri.

Jaksa kemudian bertanya kenapa KKP mendapat bagian Rp 1.500 serta siapa saja yang menerimanya.

Namun, Safri mengaku tidak ingat karena ia hanya mendapat informasi dari Andreau Misanta Pribadi, staf khusus Edhy.

Dalam surat dakwaan, diketahui Andreau Misanta Pribadi merupakan ketua Tim Uji Tuntas (uji kelayakan) terkait ekspor benih lobster. Sementara Safri wakil sebagai.

“Bagian-bagian itu saya tahu dari Andreau dan dia tidak menjelaskan tapi persetujuan bahwa persetujuan telah setuju dengan menggunakan PT ACK,” ujar Safri.

Baca juga: Saksi Sebut Edhy Prabowo memberikan Rp 168,4 Juta untuk Beli 8 Sepeda

PT ACK atau PT Aero Citra Kargo merupakan satu-satunya perusahaan kargo yang ditunjuk untuk mengekspor benih bening lobster (BBL).

Undian terbaik Togel Singapore 2020 – 2021. mingguan lain-lain muncul dipandang dengan terprogram melewati informasi yang kami sisipkan pada laman tersebut, lalu juga bisa ditanyakan terhadap teknisi LiveChat support kami yg ada 24 jam On-line dapat meladeni seluruh maksud para pengunjung. Mari buruan gabung, & ambil promo Buntut dan Kasino On-line tergede yang terdapat di tempat kami.