Sat. May 28th, 2022


Oleh: Dr. A’an Johan Wahyudi

WILAYAH Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dua per tiga bagiannya adalah laut menjadi sebab keniscayaan pembangunan di sektor kelautan. Laut Indonesia cukup luas dan sekaligus dalam, karena sekitar 68 persen perairan laut Indonesia memiliki kedalaman lebih dari 200 meter.

Sejarah masa lalu bangsa Indonesia tidak terlepas dari laut, meski belakangan kita merasakan kurangnya perhatian negara ini pada sektor kelautan. Hampir 70 persen aktivitas perekonomian Indonesia ditopang dengan berbasis aktivitas di daratan. Hal ini merembet pada aktivitas riset nasional yang lebih condong bukan pada aktivitas riset kelautan.

Seyogyanya, jika kita melihat proporsi laut nasional dan apa yang telah manusia lakukan pada laut kita, maka meningkatkan riset kelautan menjadi konsekuensi logistik. Peningkatan riset kelautan menjadi fondasi untuk visi kemandirian dan kemandirian maritim nasional.

Layaknya kalimat bijak, “kita perlu tahu tinggi ombak dan kuatnya angin di laut sebelum mengarungi samudra,” maka penguasaan terhadap pengelolaan laut nusantara harus memulai dengan mandiri dan melakukan riset kelautan.

Baca juga: Riset Kelautan di Indonesia, Maju Tapi Tertinggal

Dapatkan informasi, inspirasi dan wawasan di surel kamu.
Daftarkan surel

Selain itu riset kelautan menjadi salah satu cara manusia Indonesia untuk membalas budi bertanggung jawab atas dampak yang kita berikan. Tiga ancaman terbesar di laut (lebih hangat, lebih asam, kurang oksigen) lebih banyak disebabkan oleh aktivitas manusia yang justru berkiblat pada pembangunan di daratan. Sampah yang banyak ditemukan di laut juga sebagian besar berasal dari daratan.

Agenda riset kelautan: Foresight 2020-2035

Akhir tahun 2017, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia telah merilis Foresight Riset Kelautan Indonesia 2020-2035. Pada tahun yang sama beberapa lembaga riset dan universitas di Indonesia juga mendeklarasikan Konsorsium Riset Samudra. Salah satu motivasinya adalah untuk meningkatkan porsi riset kelautan nasional.

Sebagai tindak lanjut dari deklarasi tersebut, telah disusun Agenda Riset Samudra (ARS) sebagai rencana saintifik riset kelautan. Ada tujuh agenda riset yang merujuk pada dorongan strategi rencana pembangunan nasional. Tujuh agenda riset samudra ini relevan dengan enam isu utama riset kelautan Indonesia 2020-2035.

Keenam isu utama riset kelautan adalah ketahanan pangan, ketahanan energi, keanekaragaman hayati laut, pengelolaan ekosistem, dan perubahan iklim.
Agenda riset pendayagunaan sumber daya alam pada ARS tercakup dalam isu ketahanan pangan dan energi. Dorongan strateginya adalah terwujudnya pendayagunaan sumber daya alam hayati dan nirhayati yang datang.

Tema-tema riset pada isu ketahanan pangan antara lain kajian stok biota laut, riset biota tangkap ekonomis penting, riset budidaya/marikultur, dan riset teknologi pasca panen. Sementara itu tema riset pada isu ketahanan energi meliputi riset asal dan aksesibilitas sumber energi berbasis laut, riset energi terbarukan hayati dan nir-hayati (eg, bahan bakar nabati), dan menggalian menggalian.

hari ini Result SGP 2020 – 2021. Cashback oke punya yang lain-lain tampak diperhatikan dengan terpola lewat banner yang kita umumkan pada situs itu, serta juga siap ditanyakan terhadap layanan LiveChat pendukung kami yang menunggu 24 jam On-line dapat mengservis seluruh keperluan antara player. Lanjut langsung gabung, dan menangkan hadiah Lotre & Kasino On the internet tergede yg tampil di lokasi kita.