Sat. May 28th, 2022


JAKARTA, KOMPAS.com – Penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai Rp 52,3 miliar dalam pecahan Rp 100.000, Senin (15/3/2021).

KPK menyita Rp 52,3 miliar dari salah satu bank yang terkait kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Uang tersebut dibawa ke Gedung KPK dengan menggumakan dua troli barang.

“Penyidik ​​KPK melakukan penyitaan aset berupa uang tunai sekitar Rp 52,3 miliar yang diduga berasal dari para yang telah mendapatkan izin dari KKP untuk melakukan ekspor benih bening lobster Tahun 2020,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dikutip dari Antara, Senin (15/3/2021).

Ali mengatakan, Edhy diduga memerintahkan sekretaris jenderal KKP untuk membuat surat perintah tertulis terkait dengan penarikan jaminan bank dari yang dimaksud dengan Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP.

“Selanjutnya, Kepala BKIPM memerintahkan Kepala Kantor Balai Karantina Besar Jakarta I Bandara Internasional Soekarno Hatta untuk menerima selanjutnya bank garansi itu,” kata Ali.

RENO ESNIR Petugas kasus uang pecahan seratus ribu rupiah barang sitaan kasus dugaan suap terkait izin ekspor benih di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (15/3/2021). KPK menyita uang tunai sekitar Rp52,3 miliar dalam kasus dugaan terkait izin ekspor benih lobster atau benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjerat mantan Menteri KKP Edhy Prabowo.

Ali menyebut, aturan penyerahan jaminan bank dari para pihak yang diduga sebagai bentuk dari pelaksanaan ekspor benih bening lobster.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka sebagai penerima suap.

Ketujuh tersangka tersebut yakni Edhy Prabowo, Staf Khusus Edhy sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (due diligence) Safri dan Andreau Misanta Pribadi.

Kemudian, Amiril Mukminin dari swasta atau sekretaris pribadi Edhy, pengurus PT Aero Citra Kargo, Siswadi, dan Ainul Faqih selaku staf istri Edhy.

Sementara itu, tersangka pemberi suap, yakni Direktur PT Dua Putra Perkasa, Suharjito.

Edhy diduga menerima suap dari perusahaan-perusahaan yang mendapat izin ekspor untuk menggunakan perusahaan forwarder dan ditampung dalam satu rekening hingga mencapai Rp 9,8 miliar.

Selain itu, Edhy diduga menerima 100.000 dolar AS dari Suharjito melalui Safri dan Amiril.

Permainan besar Pengeluaran SGP 2020 – 2021. Undian gede yang lain-lain bisa diamati secara terpola melewati status yg kami sisipkan dalam situs tersebut, lalu juga siap dichat pada petugas LiveChat pendukung kami yang menunggu 24 jam On-line guna melayani segala keperluan antara tamu. Mari langsung sign-up, & ambil bonus Toto & Live Casino On-line tergede yang tampil di lokasi kami.