Sat. May 28th, 2022


JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengizinkan beberapa alat penangkap ikan beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). Alat tangkap tersebut termasuk ragam pukat cincin, jaring hela, dan jaring insang.

Alat-alat tangkap itu sudah tercantum dalam aturan baru, yakni Peraturan Menteri KP Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di WPP-NRI dan Laut Lepas serta Penataan Andon Penangkapan Ikan.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Muhammad Zaini mengatakan, alat tangkap yang diizinkan itu tetap perlu mengikuti aturan dan mempertimbangkan alokasi sumber daya ikan.

Baca juga: KKP Resmi Larang Cantrang, Diganti Jadi Jaring Tarik Berkantong

“Walaupun alat tangkap itu boleh, tidak serta merta itu selalu diizinkan. Jadi tergantung alokasi sumber dayanya. Alatnya boleh kalau sumber dayanya tidak boleh, ya tetap tidak dikasih,” kata Zaini dalam Bincang Bahari Sosialisasi Permen 18/2021, Selasa (27/ 7/2021).

Berdasarkan beleid, ada 10 kelompok alat tangkap yang diizinkan, antara lain kelompok jaring lingkar, kelompok jaring tarik, kelompok jaring hela, penggaruk, jaring angkat, alat tangkap yang akan diterapkan atau ditebar, jaring insang, kelompok perangkap, kelompok alat pancing, dan alat tangkap lainnya.

Kelompok alat penangkap ikan (API) jaring lingkar terdiri atas, pukat cincin pelagis kecil dengan satu kapal, pukat cincin pelagis besar dengan satu kapal, pukat cincin teri dengan satu kapal, pukat cincin pelagis kecil dengan dua kapal, dan jaring lingkar tanpa tali kerut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan wawasan di surel kamu.
Daftarkan surel

Kelompok API jaring tarik, yaitu jaring tarik pantai, payang, jaring tarik sempadan, dan jaring tarik berkantong. Adapun API jaring hela yaitu jaring hela udang berkantong, jaring hela ikan berkantong.

“Target utama dari komoditasnya berbeda-beda. Alat tangkap poconan (misalnya), itu alat tangkap baru yang (digunakan) untuk menangkap benih lobster bening,” tutur dia.

Baca juga: KKP Larang Kapal Ikan di Atas 30 GT Beroperasi di Perairan 0-12 Mil

Adapun pengaturan ini ditimbang berdasarkan selektifitas dan kapasitas. Selektifitasnya dilihat berdasarkan ukuran mata jaring, bentuk mata jaring, nomor mata pancing, alat tangkapan sampingan.

Sementara kapasitas diatur berdasarkan panjang tali ris atas, bukaan mulut, panjang penaju, jumlah unit API, jumlah mata pancing, dan panjang tali selambar.

“Semua hal yang kita perlukan, agar melindungi nelayan kecil maupun lingkungan agar lestari. Jadi jangan terlalu banyak menangkap ikan,” jelas Zaini.

Lebih lanjut Zaini mengungkap, pengaturan ini memegang peranan penting untuk menjaga konflik. Berbagai pengamatan di lapangan, banyak alat tangkap ramah lingkungan yang tidak menyebabkan konflik antar nelayan kecil.

Konflik terjadi karena jalur dan cara pemasangan alat penangkap ikan tidak tepat. Salah satu konflik yang terjadi di wilayah Tegal antara nelayan jaring insang (gillnet) dengan nelayan bubu.

“Padahal dua-duanya adalah alat tangkap ramah lingkungan. Mengapa konflik? Karena nelayan bubu itu tidak mengenal waktu dan masangnya juga semaunya, sehingga jika pengguna jaring menyebar menyebar, akan tersangkut di bubu,” pungkas dia.

Info terbaru Data SGP 2020 – 2021. Prize gede lain-lain tampak diamati dengan terpola via notifikasi yang kami sisipkan dalam situs ini, lalu juga bisa ditanyakan kepada operator LiveChat support kami yg ada 24 jam On the internet dapat melayani segala maksud antara bettor. Ayo secepatnya join, dan menangkan bonus Lotre serta Kasino On-line terbesar yg wujud di situs kita.