Sat. May 28th, 2022


JAKARTA, KOMPAS.com – Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan alasan di balik nelayan Vietnam yang sering melakukan perampokan ikan di wilayah Indonesia.

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Pung Nugroho Saksono menjelaskan salah satu alasannya adalah sistem pengelolaan perikanan di Vietnam yang masih belum terkontrol.

“Nelayan Vietnam menurunkan trol atau jaring besar untuk menangkap ikan, hasilnya memang bagus karena jaring aktif, tapi ujung-ujungnya terumbu karang jadi habis. Nah, kalau terumbu karang habis, ikan akan lari ke tempat yang terumbu karangnya ada, makanya ikan lari dari Vietnam ke Indonesia, “ujarnya dalam Podcast PSDKP: Illegal Fishing di Laut Natuna, yang dilihat secara virtual, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: KKP Buat Aturan Turunan UU Cipta Kerja, Pelanggar Terancam Sanksi Denda hingga Cabut Izin

Dia bilang sifat ikan tergantung pada bagaimana keinginannya untuk berkembang biak.

Oleh sebab itu, kata dia, ketika laut Vietnam sudah tidak rata atau kehilangan terumbu karang, ikan tidak memiliki tempat persembunyian, sehingga ikan-ikan di laut Vietnam hilang.

Sebelumnya pada April lalu, Ditjen PSDKP KKP menangkap 5 kapal ikan asing ilegal berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara.

Sedikit berbeda dalam modus operasinya, para pencuri ikan ini mengincar cumi sebagai komoditas sasaran.

Baca juga: KKP Tangkap 5 Kapal Vietnam di Laut Natuna yang Curi Cumi-cumi

Prize terkini Pengeluaran SGP 2020 – 2021. Info terbesar lain-lain bisa dipandang secara terjadwal lewat poster yg kita lampirkan di website tersebut, dan juga bisa dichat terhadap petugas LiveChat support kita yang siaga 24 jam On-line guna mengservis segala maksud antara visitor. Mari cepetan join, & ambil hadiah dan Kasino On-line terbesar yang terdapat di web kami.