Sat. May 28th, 2022


KOMPAS.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) menggelar kegiatan “Pelatihan Budidaya Ikan Lele dengan Sistem Bioflok” di Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) secara pembelajaran campuran.

Pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu peserta untuk menerapkan cara budi daya ikan yang baik (CBIB) sehingga menghasilkan ikan yang berkualitas dan layak jual tinggi.

Adapun itu difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Medan. Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang pembudidaya ikan di Kota Prabumulih.

Acara yang digelar pada 15-16 September 2021 dilaksanakan di Balai Besar Ikan (BBI) Kota Prabumulih dengan menerapkan prokes secara ketat.

Kegiatan itu juga sejalan dengan program prioritas Kementerian KP dalam pembangunan kampung-kampung budi daya dengan kearifan lokal. Salah satu implementasi program ini diwujudkan melalui pelatihan bagi pelaku utama secara berkelanjutan.

Baca juga: Kementerian KP dan Menteri Trenggono Boyong Dua Penghargaan pada Anugerah Humas Indonesia 2021

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BRSDM Kementerian KP Kusdiantoro mengatakan, keberhasilan program prioritas terobosan, khususnya pada aspek pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Dapatkan informasi, inspirasi dan wawasan di surel kamu.
Daftarkan surel

Menurut dia, SDM peran strategis dalam mencapai pembangunan kelautan dan perikanan secara menyeluruh. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mendukung sektor perikanan budi daya berkelanjutan agar dapat menghasilkan ikan siap konsumsi.

“Pelatihan ini juga merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam mengembangkan usaha di bidang budi daya,” ujar Kusdiantoro dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Minggu (19/9/2021).

Hal senada juga disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada Rapat Paparan Program BRSDM, Senin (11/1/2021). Menurut Trenggono, pelatihan bagi kelompok budi daya perlu dioptimalkan.

“Pelatihan bagi kelompok budi daya harus dioptimalkan agar mereka dapat mengelola budi daya ikan dengan standar mutu yang baik. Hal ini bisa meningkatkan hasil ikan budi daya di Indonesia,” papar Menteri Trenggono.

Baca juga: IndiHome Bekerja Sama dengan Kementerian KP Luncurkan NeptuneTV

Seperti diketahui, lele merupakan komoditas unggulan yang banyak diminati masyarakat. Pasalnya, jenis ikan ini relatif mudah dibudidayakan.

Salah satu teknik budi daya yang diterapkan, yaitu sistem bioflok. Sistem ini menggunakan bakteri sebagai pendukung proses akselerasi ikan. Bakteri ini akan dimanfaatkan ikan sebagai sumber makanan.

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilya Pregiwati mengatakan, penggunaan sistem probiotik bioflok dapat meningkatkan padat tebar dan kualitas udara.

“Dalam pelatihan tersebut, peserta akan mendapatkan probiotik. Bakteri ini berperan untuk menghasilkan limbah yang tidak membahayakan lingkungan. Dengan demikian, pembudidaya tidak perlu mengganti udara terlalu sering,” jelas Lilly.

Lilly menambahkan, keberhasilan budi daya ikan lele dipengaruhi oleh pakan yang berkualitas. Sementara itu, pakan merupakan elemen yang membutuhkan biaya paling besar.

Baca juga: Menteri Trenggono: Tambak Udang Kementerian KP di Aceh Timur Ciptakan Multiplier Effect

“Oleh sebab itu, pembudidaya harus jeli dalam mempersembahkan pakan ikan lele, termasuk mengganti pakan pelet dengan pakan ikan buatan sendiri,” kata Lilly.

Dia berpesan, pakan tetap memperhatikan komposisi protein dan mineral yang dibutuhkan ikan lele. Dengan begitu, ikan lele akan tumbuh dengan baik dan layak jual tinggi.

Penting diketahui, kegiatan tersebut diapresiasi oleh Anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah Pilihan (Dapil) Sumsel Amaliah yang turut hadir secara berani. Dia menilai, pelatihan ini berdampak positif bagi pembudidaya ikan lele di Kota Prabumulih.

“Saya sangat menghargai dan mengapresiasi terselenggaranya pelatihan tersebut. Sistem bioflok dapat mengurangi penggunaan air dan limbah,” jelas Amaliah.

Selain itu, lanjut Amaliah, lingkungan menjadi tidak tercemar serta ikan yang dihasilkan pun lebih sehat dan banyak.

Pada kesempatan yang sama, dia tidak lupa mengapresiasi kesuksesan panen ikan lele di Kota Prabumulih pada 2020.

Baca juga: Menteri Trenggono Dorong Lulusan Satuan Pendidikan Kementerian KP Jadi Wirausaha

Humas KKP KKP gelar Pelatihan Budidaya Ikan Lele dengan Sistem Bioflok

hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Prabumulih Titing mengatakan, Kota Prabumulih merupakan wilayah budi daya sistem bioflok yang paling dijanjikan.

“Perhatian besar terhadap sistem bioflok menjadikan Kota Prabumulih menjadi wilayah budi daya ikan lele yang paling optimistis,” ujar Titing.

Dia menjelaskan, produksi ikan lele di Kota Prabumulih mencapai 135 ton pada 2020. Pencapaian ini didapat hanya dengan memanfaatkan lahan pekarangan di samping kanan, kiri, dan belakang rumah seluas 1,5 hektar (ha).

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat,” imbuh Titing.

Penting diingat, perikanan budi daya merupakan salah satu subsektor unggulan yang dapat dikembangkan demi meningkatkan produksi perikanan nasional serta pendapatan pelaku utama dan usaha.

Baca juga: Berkomitmen Cetak SDM Kompeten, Kementerian KP Terima Taruna Baru

Namun, subsektor perikanan budi daya masih mengalami permasalahan dalam menghadapi harga pakan yang tinggi. Pasalnya, sebagian besar bahan baku pakan masih bergantung pada bahan pabrikan.

Prediksi terbaru Data SGP 2020 – 2021. Cashback menarik yang lain-lain tampak dipandang dengan berkala via banner yg kami tempatkan pada situs tersebut, dan juga siap ditanyakan kepada layanan LiveChat support kita yg stanby 24 jam On the internet dapat meladeni semua kebutuhan para pemain. Lanjut buruan daftar, dan ambil cashback Undian dan Live Casino Online terbesar yg ada di website kita.