Fri. May 27th, 2022


KOMPAS.com – Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja mengatakan, pihaknya mendukung tiga program prioritas KKP yang ditetapkan pada 2021-2024.

Dia mengatakan itu pada pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) BRSDM di Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/4/2021).

Sjarief mengatakan, ketiga program yang didukung dengan pengembangan riset kelautan dan perikanan.

Ketiga program prioritas tersebut adalah, pertama, peningkatan penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan.

Kedua, pengembangan perikanan untuk peningkatan ekspor. Ketiga, pembangunan kampung-kampung budidaya budidaya berbasis kearifan lokal.

Ketiga terobosan tersebut didukung oleh pengembangan riset kelautan dan perikanan.

Baca juga: Buka Rakernas KKP, Menteri Trenggono: Saya Ingin KKP Berkontribusi Besar bagi Perekonomian Nasional

Sjarief mengatakan, PNBP dari sektor kelautan dan perikanan selama ini hanya sekitar Rp 600 miliar dan didapat dari izin penangkapan ikan.

Menurutnya, angka ini sangat kecil dibandingkan dengan besarnya potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Indonesia.

Untuk itu, perlu dilakukan perubahan paradigma, yaitu dengan menggratiskan perizinan penangkapan ikan dan tarif PNBP saat menurunkan hasil tangkapan setelah selesai melaut.

Dengan demikian potensi PNBP dari sektor kelautan dan perikanan yang dapat diraih diperkirakan mencapai Rp 12 triliun.

Guna merealisasikannya, BRSDM terus mengembangkan riset, salah satunya melalui rencana kolaborasi dengan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang elektronika.

Baca juga: Menteri Trenggono Mau Buat Terobosan, Nelayan Harus Dapat Pensiun

Dengan teknologi tinggi, ikan hasil tangkapan bisa langsung dideteksi jumlah, jenis dan beratnya oleh peralatan canggih, sehingga dapat diketahui tarif PNBP-nya.

Sjarief mengatakan, BRSDM sudah mulai merintis untuk menyusun instrumen, peralatan-peralatan yang harus dipasang di kapal penangkap ikan yang bisa mengukur mengukur.

“Nanti bisa diperiksa kalau ikan ditangkap di laut, dimasukkan ke palka maka bisa langsung dihitung berapa pelurunya, beratnya, ikannya jenis apa saja, harganya berapa, kira-kira pendapatannya berapa,” katanya dalam tulisan tertulis yang diterima Kompas.com.

Prize mantap Togel Singapore 2020 – 2021. Prediksi terbaru lain-lain tersedia dilihat secara terprogram via iklan yang kita umumkan di web tersebut, serta juga bisa ditanyakan kepada layanan LiveChat pendukung kami yg tersedia 24 jam Online guna melayani semua maksud para pengunjung. Yuk secepatnya sign-up, serta dapatkan cashback Lotere dan Kasino On-line terbesar yg tersedia di web kami.