Sat. May 28th, 2022


KOMPAS.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah mengembangkan perikanan budidaya dengan menggelar berbagai pelatihan bagi masyarakat.

Beberapa di antaranya adalah pelatihan budidaya ikan dengan Recirculating Aquaculture System (RAS) dan budidaya mangrove di Kabupaten Serang, Banten, serta pelatihan pengembangan olahan ikan di Kabupaten Madiun dan Nganjuk, Jawa Timur (Jatim).

Selain itu, Kementerian KP juga menggelar web seminar (webinar) untuk menyiapkan materi penyuluhan bagi masyarakat.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Sjarief Widjaja memaparkan dua poin penting dari tema RAS dan budidaya mangrove dalam yang dilaksanakan di Serang, Banten, pada 1-2 Juni 2021.

Baca juga: KKP Ringkus 2 Kapal Illegal Fishing Asal Filipina di Laut Sulawesi

Poin pertama adalah pengaruh besar dari kualitas udara bagi pertumbuhan dan kesehatan ikan yang dibudidayakan di tengah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan wawasan di surel kamu.
Daftarkan surel

Poin kedua adalah manfaat mangrove dari berbagai sudut pandang, yaitu manfaat dari segi ekologi, ekonomi, fisik-kimia, hingga sosial.

Dalam pelatihan yang difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal itu, Sjarief menjelaskan, kematian ikan di kolam budidaya sering kali terjadi akibat udara yang tercemar oleh sisa pakan dan kotoran ikan.

“Sungai, danau maupun laut yang mengalir dengan sendirinya akan membersihkan bakteri dan kotoran tempat hidup ikan, berbeda dengan kolam yang cenderung mengendapkan kotoran dan bakteri tersebut,” jelasnya.

Menurut Sjarief, masalah itu dapat di atasi dengan RAS yang mengalirkan air kolam budidaya ke filter untuk dibersihkan dari kotoran dan bakteri, kemudian mendukung kembali ke dalam kolam.

Baca juga: Riset BRDSM: Tanaman Herbal Jadi Solusi Obat Aman untuk Budidaya Ikan

“Melalui sistem RAS, kesehatan ikan dapat terjaga, sehingga pada daya dukung usaha ikan,” katanya.

Selain itu, Sjarief juga memaparkan, mangrove memiliki kemampuan untuk menyerap karbon di udara sampai empat kali lipat dibandingkan tumbuhan lainnya.

“Lumpur-lumpur yang mengandung racun dari perkotaan akan diserap oleh akar-akar mangrove sehingga tidak ada perairan dan daratan di sekitarnya,” jelas Kepala BRSDM.

Menurut dia, jika kawasan mangrove dikelola dengan baik, maka kawasan tersebut berpotensi menjadi daerah wisata yang menguntungkan masyarakat.

“Pada saatnya nanti, kawasan mangrove ini akan ditebar dengan kepiting, penyu, unggas dan biota lainnya yang melengkapi kawasan ekosistem mangrove ini sebagai tempat masyarakat dalam menikmati keindahan alam dan satwa,” kata Sjarief.

Baca juga: Udang Jadi Primadona Ekspor Komoditi Hasil Kelautan Selama Caturwulan I/2021

Senada, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Nur’aeni mengatakan, selain dapat menekan abrasi, mangrove juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

“Mangrove dapat menjadi sumber pangan manusia, pakan ternak, kayunya dapat digunakan untuk bahan kerajinan, buahnya dapat digunakan sebagai bahan kosmetik, kandungannya bisa menghasilkan pewarna alami untuk pembuatan batik dan sebagainya,” jelasnya.

Anggota Komisi IV DPR RI mengaku khawatir terhadap masalah terhambatnya produktivitas usaha budidaya ikan akibat penggunaan teknologi yang tidak efisien.

Namun, dengan adanya pelatihan budidaya ikan menggunakan RAS tersebut, ia berharap masyarakat dapat memahami akses modal, teknologi, dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha budidaya ikan.

Cashback mantap Togel Singapore 2020 – 2021. Prediksi terkini lainnya hadir dipandang secara terprogram melalui pemberitahuan yg kita lampirkan di web tersebut, serta juga dapat ditanyakan pada teknisi LiveChat pendukung kita yg menunggu 24 jam On-line guna mengservis semua maksud antara bettor. Yuk secepatnya daftar, & kenakan prize Lotere & Kasino Online tergede yang ada di laman kita.