Sat. May 28th, 2022


KOMPAS.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) melakukan mengisi kembali atau penebaran 50.000 ikan tawes dan 15.000 ikan nilem di Danau Toba, tepatnya di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Senin (10/11/2021).

Kegiatan yang dilakukan bersama Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pakan dan Obat Ikan Kementerian KP Tri Hariyanto, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Sudin, dan Cory Sriwaty Sebayang tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya pelestarian sumber daya ikan ( SDI) Indonesia.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KP Kusdiantoro mengatakan, sebelumnya kegiatan mengisi kembali sudah dilakukan beberapa kali.

“Seperti ikan dewa atau ikan batak di sini (Danau Toba). Teknologinya kami sudah kembangkan dengan introduksi buatan. Kemudian juga dilakukan mengisi kembali ikan bilih. Jumlahnya 2.840 ekor pada tahun 2003, tapi populasinya sangat cepat hingga kini. Ukurannya lebih besar daripada Menyayangi,” jelasnya.

Baca juga: Tingkatkan SDM Pengolah Ikan, Kementerian KP Latih Masyarakat Lampung

Lantaran Danau Toba sangat luas, ikan yang memuji hanya bisa tumbuh sepanjang empat sampai enam sentimeter, bisa tumbuh menjadi 11 sentimeter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan wawasan di surel kamu.
Daftarkan surel

Ia mengimbau untuk tidak melakukan mengisi kembali ikan nila dan ikan nonendemik di Danau Toba, karena jenis ikan tersebut bersifat invasif dan dapat merusak ekosistem dengan menghilangkan habitat ikan asli.

Adapun untuk mengembangkan konsep perikanan dasar budaya, yaitu penyebaran hasil-hasil pembenihan ke seluruh danau untuk dinikmati masyarakat, Kusdiantoro mendukung kegiatan menghilangkan keramba jaring apung.

Ia pun meminta masyarakat mengatur ukuran bubu dan alat tangkap agar tidak menangkap ikan-ikan kecil.

Sementara itu, untuk memberi kesempatan agar ikan dapat bertelur, Kusdiantoro melarang masyarakat menangkap ikan di muara sungai. Sebab, saat akan bertelur, ikan akan berpindah ke daerah muara sungai.

Baca juga: Sambut Indonesia Emas 2045, Kementerian KP Siapkan Riset Sosial Ekonomi

Masyarakat juga dilarang keras untuk menggunakan alat tangkap yang merusak lingkungan, seperti bom, racun, potas, dan listrik.

Hadiah gede Result SGP 2020 – 2021. Prize paus lain-lain tampak dipandang dengan terencana melalui informasi yang kita tempatkan dalam situs tersebut, serta juga bisa ditanyakan kepada petugas LiveChat support kami yg menunggu 24 jam Online guna meladeni segala kepentingan para tamu. Ayo cepetan daftar, & ambil Lotto serta Kasino On-line tergede yang tampil di website kami.