Sat. May 28th, 2022

JAKARTA, KOMPAS. com – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) belum pernah mengakui kapal cantrang beroperasi di wilayah RI sejak aturan baru disahkan.

Adapun aturan anyar yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Nomor 59 Tahun 2020 tentang Jalur Penangkapan dan Alat Interpretasi Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia dan Laut Lepas.

“Terhadap cantrang di Permen (Nomor) 59 aku sudah cek, sampai hari itu KKP belum pernah mengizinkan cantrang, ” kata Trenggono dalam keterangannya seperti dikutip pada Rabu (27/1/2021).

Trenggono menyatakan, perizinan tidak mampu diberikan karena pihaknya masih memurukkan ( hold ) peraturan baru yang sudah diundangkan pada 30 November 2020 itu.

Baca serupa: Soal Cantrang, Menteri KP: Sampai Hari Ini Kami Belum Pernah Izinkan Cantrang

“Permen 59 itu setelah kami cek, sudah melalui satu proses yang sangat panjang. Untuk itu sampai hari ini kami masih menunda Permen Nomor 59, ” papar Trenggono.

Sementara itu, Plt Dirjen Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini mengungkapkan, penerapan kembali alat tangkap cantrang kini bisa saja dilegalkan dengan sebesar persyaratan antara lain tentang panjang jaring, kantong, dan tali selambar sesuai dengan SNI.

“Pengaturan jalan penangkapan ikan yang sebelumnya dilarang, sekarang kami berikan relaksasi secara pembatasan, ” kata Muhammad Zaini dilansir dari Antara .

Mengaji juga: Aturan Susi Direvisi, Pesawat Cantrang Kini Tak Lagi Dilarang

Ia menggambarkan sejumlah ketentuan persyaratan lainnya di operasionalisasi kembali cantrang adalah penggunaan square mesh window agar ikan berukuran kecil yang terjaring dapat lulus.

Persyaratannya antara lain memiliki desain Alat Penangkapan Ikan (API) berbentuk kerucut, menggunakan tali selambar yang panjang sebagai penganjur jaring (biasanya terbuat dari lilitan kain pada tali).

Lalu selambar dilingkarkan pada perairan dan untuk memperoleh daerah sapuan yang luas digunakan tali selambar yang panjang, serta penarikan jaring menggunakan gardan atau mesin penggulung tali selambar.