Fri. May 27th, 2022

JAKARTA, KOMPAS. com berantakan Menteri Kelautan dan Perikanan anyar, Sakti Wahyu Trenggono, melakukan blusukan ke kawasan pesisir utara Jakarta guna menampung masukan dari nelayan dan pemangku kepentingan sektor bahari dan perikanan lainnya.

“Saya ingin belanja masalah dengan menyerap beberapa masukan nelayan. Kami ingin tahu apa aja yang jadi kendala, ” kata Ajaib Wahyu Trenggono dilansir dari Antara, Senin (28/12/2020).

Ia menyebut para pedagang ikan yang berjualan hingga melihat langsung aktivitas bongkar muat cumi-cumi di Pelabuhan Muara Angke.

Trenggono memastikan akan segera berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada rangka untuk mengubah citra pasar ikan yang kumuh menjadi rekan ikan yang terlihat bersih, higienis dan sehat.

Baca juga: Menteri Trenggono: Pokoknya Kita Bikin KKP Rebound

“Saya melihat selalu ada pelelangan pasar ikan. Penuh PR-nya, saya akan kerja sama dengan Pemda untuk perbaikan bentuk. Supaya pasar ikan tidak lagi dilihat kumuh, ” ucap tempat.

Usai berkeliling di Pelabuhan Mulut Angke, Trenggono melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman dan meninjau kegiatan bongkar buatan tangkapan ikan.

Sebagai informasi, data produksi pendaratan ikan di PPS Nizam Zachman periode Januari-November 2020 mencapai 65. 983 ton dengan nilai mencapai Rp 1, 3 triliun.

Sementara itu produksi ikan yang masuk dari luar pelabuhan mencuaikan jalur darat dan kapal pembawa ikan untuk didistribusikan di PPS pada periode yang sama menyentuh hingga 94. 387 ton secara nilai sebesar Rp 2, 3 triliun.

Mengaji juga: Baru Dilantik Jadi Menteri KP, Trenggono Tak Sabar Bersemuka Nelayan

Ke depan, dia berjanji akan berkeliling ke sejumlah pesisir di Indonesia untuk menyerap lebih banyak informasi dari para nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasar hasil perikanan.

“Saya akan pergi terus ke pesisir Indonesia sampai aku mendapatkan kebijakan tepat untuk nelayan, ” tegas dia.