Sat. May 28th, 2022


KOMPAS.com – Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) Sjarief Widjaja mengatakan, pihaknya berupaya memberikan kebijakan afirmatif (kebijakan afirmatif) kepada anak agar dapat menuntut ilmu dengan proporsi bangku sebesar 55-70 persen.

“Kami ingin memutus rantai kemiskinan, rantai keterbelakangan, dengan menarik mereka keluar dari kehidupan marjinal melalui pendidikan tinggi. Hal ini, merupakan semangat dari Ki Hajar Dewantara, “katanya dalam tulisan tertulis yang Kompas.com terima, Rabu (26/5/2021).

Maka dari itu, lanjut dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) harus membangun inklusif bahwa pendidikan untuk semua orang atau pendidikan itu untuk semua orang.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara pada web seminar bertema “Pendidikan dan Pelatihan Vokasi di Sektor Perikanan: Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara pada Penelitian dan Kebijakan Masa Kini,” Selasa (25/5/2021).

Baca juga: Jika Tak Ada Pandemi, Pemerintah Gelar Pelatihan Vokasi untuk 2 Juta Tenaga Kerja

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama dengan Tim Peneliti Prioritas Riset Nasional (PRN) Pengembangan Sosial Ekonomi Inklusif dan Pembangunan Maritim Pusat Penelitian Kependudukan LIPI.

Dalam kesempatan tersebut, Sjarief menerangkan, tugas KKP adalah mentransformasikan ekonomi di sektor KP dengan dukungan penuh dari sumber daya manusia (SDM).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan wawasan di surel kamu.
Daftarkan surel

“Namun SDM ini harus memiliki kapasitas dari sisi ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap,” ujarnya.

Untuk diketahui, SDM unggul menjadi salah satu dari lima agenda pemerintahan besar pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2019-2024.

Baca juga: Kerjasama IDeA Indonesia-Archipelago International Ciptakan SDM Unggul

Pembangunan di sektor pendidikan merupakan salah satu faktor kunci untuk meningkatkan kualitas SDM.

Sebab, pendidikan dan pelatihan vokasi yang mampu meningkatkan jumlah penduduk terdidik. Hal ini guna memenuhi permintaan pasar kerja di berbagai sektor ekonomi.

“Sektor perikanan merupakan salah satu sektor yang memiliki kebutuhan tinggi untuk pemenuhan kebutuhan pasar kerjanya,” ucap Sjarief.

Terbukti, jumlah ikan nasional semakin meningkat setiap tahunnya sejak 2015. Mulai dari 7,3 juta ton menjadi 12,5 juta ton pada 2017.

Baca juga: Menteri Susi Sebut Penenggelaman Kapal Asing Tingkatkan Stok Ikan 100 Persen

“Potensi ini tentu harus didukung dengan fakta SDM yang memiliki potensi yang sangat besar tersebut,” jelas Sjarief.

Pola pembelajaran menganut sistem teaching factory

Pada kesempatan itu, Sjarief menjelaskan, KKP saat ini telah mengembangkan pola pembelajaran dengan sistem menganut mengajar pabrik atau praktik kerja langsung.

“Sehingga pembelajaran yang diberikan bukan praktik di laboratorium. Pola pembelajaran ini dilakukan dengan berpegang pada empat pilar pendidikan, ”imbuhnya.

Atribut empat pilar itu, siap saji, dan persona, siap saji, kompetensi dasar, kompetensi keahlian, dan lingkungan lingkungan.

Baca juga: Nadiem: Pandemi Ubah Kebutuhan Kompetensi Dasar Murid …

Game spesial Keluaran SGP 2020 – 2021. Diskon harian lain-lain hadir diperhatikan dengan terencana melewati poster yang kami letakkan di website tersebut, serta juga bisa ditanyakan pada petugas LiveChat pendukung kami yg ada 24 jam On the internet dapat meladeni segala kepentingan antara bettor. Lanjut secepatnya sign-up, serta ambil cashback Togel & Live Casino On-line terbaik yg tampil di lokasi kami.